English Scroll Down
Banyak kota di dunia yang masih memelihara sisi masa lalu dari sejarah kotanya. Salah satu yang dipertahankan adalah bentuk fisik bangunan yang terletak di salah satu sudut wilayah kotanya. Jakarta, misalnya, memiliki kawasan kota tua yang kental dengan sejarah yang lekat dengan nuansa Belanda dan Tionghoa. Demikian pula di Semarang, yang memiliki gereja Blenduk sebagai bangunan ikonik di kawasan kota tuanya.
Bulan Juli 2024, saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi kawasan kota tua di wilayah Metropolitan Manila, Filipina, yang dikenal dengan nama Intramuros. Secara bahasa artinya “di dalam tembok” atau “kota di dalam tembok”. Menurut sejarahnya, kawasan ini didirikan pada abad ke-16 ketika Spanyol menduduki Filipina. Luas lahannya sekitar 0,67 kilometer persegi, dimana 64 hektar diantaranya berada di dalam benteng berbentuk pentagonal dan dikelilingi oleh parit.
Kawasan ini memiliki sentuhan Spanyol yang kuat, dengan bangunan-bangunan yang masih terawat dengan baik. Meskipun pernah mengalami kerusakan akibat berkecamuknya perang, secara umum kawasan Intramuros masih terawat dengan baik, rapi dan bersih, sehingga menjadi tujuan wisata sejarah (+ kuliner) bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri dan dapat dikunjungi adalah Gereja San Agustin yang merupakan gereja tertua di Filipina, dibangun pada tahun 1571. Di dalamnya terdapat museum yang telah diakui sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO. Katedral Manila yang terletak di Plaza de Roma, merupakan bangunan bergaya Neo-Romanesque, memiliki memiliki menara lonceng mirip pagoda, yang menunjukan pengaruh Tionghoa pada masa itu.
Bangunan lain yang banyak dikunjungi adalah Benteng Santiago (Fort Santiago), dengan taman dan susananya yang asri. Tempat ini banyak terkait dengan salah satu Pahlawan Utama Filipina, Jose Rizal. Ada juga Palacio del Gobernador, yang pernah menjadi tempat tinggal Gubernur Spanyol, dan sekarang menjadi museum.
Bagi wisatawan, Intramuros juga menyediakan berbagai tempat untuk kulineran, baik dalam bentuk cafe ataupun rumah makan lengkap dengan berbagai macam menu khas Filipina atau barat. Ada pula tempat yang khusus menyediakan berbagai macam kerajinan tangan sebagai oleh-oleh.
You know, there are tons of cities around the globe that are holding onto their past, especially with their old buildings standing tall. Take Jakarta, for instance, with its historic old town that’s super rich in Dutch and Chinese vibes. And then there’s Semarang, home to the iconic Blenduk church in its old city area. But let me tell you about my visit to the old city in Metro Manila, Philippines, called Intramuros, in July 2024. It’s known as the “city within walls,” and let me tell you, the history there is incredible! This place was built back in the 16th century during the Spanish occupation of the Philippines. It’s not huge, just around 0.67 square kilometers, with 64 hectares inside a cool pentagonal fort surrounded by a ditch.
You can totally feel the Spanish influence there, and the buildings are still in pretty good shape despite some war damage. The whole area is well maintained, tidy, and just oozing with history, making it a hotspot for both local and international history buffs, not to mention foodies! The Church of San Agustin is a major attraction; it’s the oldest church in the Philippines, dating all the way back to 1571. Inside, there’s a museum that’s on the UNESCO World Heritage list. Then there’s the Manila Cathedral in Plaza de Roma, sporting a Neo-Romanesque style, complete with a bell tower that gives off some serious Chinese vibes from back in the day.
Another must-see spot is Fort Santiago, which is surrounded by gorgeous gardens and has such a peaceful vibe. Fun fact: this place is closely tied to one of the Philippines’ heroes, Jose Rizal. Oh, and don’t miss the Palacio del Gobernador, once home to the Spanish Governor and now transformed into a museum. And let’s not forget about the food and cool souvenir shops sprinkled throughout Intramuros. You can savor some awesome Filipino or Western dishes at the cafes and restaurants or pick up some neat handicrafts to take home with you. Basically, Intramuros is a history and culture goldmine, and I had a blast exploring every bit of it!


































